Naskah Drama Malin Kundang


Aku merupakan salah satu alumni lulusan LB LIA Solo. Kurang lebih 3 tahun aku menempuh kursus bahasa Inggris di lembaga kursus bahasa Inggris terbaik di Solo saat itu. Di LB LIA Solo, aku masuk mulai level Basic I hingga menyelesaikan level Advanced IV selama 3 tahun tanpa postponed atau tinggal kelas. Terlalu banyak teman-teman yang berganti di setiap level-nya. Dari sekoan ratus orang jumlah murid kelas basic angkatanku, hanya tak lebih dari 30 orang yang pada akhirnya menyelesaikan program hingga level Advanced, apalagi Advanced IV.

Ada satu momen yang paling kuingat saat belajar bahasa Inggris di LB LIA. Momen tersebut adalah momen untuk memainkan drama dalam bahasa Inggris di depan siswa level Intermediate dan Advanced. Bermain drama dalam bahasa Inggris merupakan sebuah kewajiban yang harus ditempuh semua siswa LB LIA pada level Advanced III jika menginginkan naik level pada Advanced IV.

Drama tersebut sebisa mungkin dibuat sedemikian rupa dengan mempergunakan asesoris dan aneka pernak-pernik serta kostum sesuai dengan peran yang dimainkan. Dan yang paling penting, semua ekspresi, dialog, dan percakapan dalam drama harus terucap dalam bahasa Inggris.

Ketika itu, aku dan kawan-kawan memainkan sebuah drama berjudul “Malin Kundang versi modifikasi”. Kebetulan, aku lah yang diminta menyusun naskah dramanya dalam bahasa Indonesia. Naskah drama dalam bahasa Indonesia tersebut selanjutnya dibagi kepada masing-masing pemain dan mereka diminta menerjemahkan naskah ke dalam bahasa Inggris sendiri berikut dengan improvisasi masing-masing. Kami hanya berlatih 2 kali sepertinya (seingatku) secara bareng-bareng sebelum mementaskan drama tersebut di depan anak-anak Intermediate. Dan Alhamdulillah, semua lancer dan kami memperoleh nilai terbaik.

Inilah naskah drama “Malin Kundang versi modifikasi” yang kutulis tahun 2004. skenario malin kundang (klik di sini)

 

MALIN KUNDANG

Scenario oleh: fikreatif

Para pemeran

  1. Lusi       : Saudara Malin Kundang/ Upik
  2. Dedi      : Pak Haji
  3. Fikri      : Jambrong
  4. Destri    : Ibu Malin Kundang
  5. Akin      : Malin Kundang
  6. Inda      : istri Malin Kundang
  7. Diana    : pengawal

 

Alkisah, di sebuah masjid di daerah Solo, terdapatlah seorang haji yang tinggal di masjid itu. Beliau memiliki seorang murid yang bernama, Jambrong. Masjid tersebut memiliki sebuah laboratorium yang dapat membawa imajinasi seseorang ke masa lalu atau masa datang. Laboratorium tersebut tertutup untuk umum dan hanya diketahui oleh Pak Haji dan muridnya saja. Dan labortorium itu disebut lorong waktu. Pak haji seringkali mengajak muridnya untuk mencari pengalaman sambil belajar di lorong waktu.

Sore itu, Pak haji berniat akan mengajak muridnya, Jambrong untuk pergi jalan-jalan di lorong waktu. Pak haji hendak mengajak muridnya pergi ke suatu zaman untuk belajar tentang sebuah kisah.

 

Jambrong             : (ketika sedang menyapu menyapa pak Haji yang hendak lewat)

“ Assalamu’alaikum Pak Haji, mo ngapain Pak Haji? Lagi nyari duit ya, kok lihat bawah terus..?” (sambil tersenyum mengejek)

Pak Haji              : (dengan muka dipasang marah, lalu diam sejenak) “wah sudah berapa tahun sih kamu belajar di sini, Mbrong? Bisa ngormatin orang tua nggak sich kamu? OK kalo gitu, kelihatannya kamu pengin jalan-jalan ya. Mbrong, ke sini ikut saya ke lab!”

Jambrong             : (dengan wajah memelas dan sedikit takut) “ ya pak Haji”

(Setelah sampai di lab. Lalu pak haji mengoperasikan komputer dan menyiapkan diri bersama Jambrong yang dari tadi masih terlihat takut.)

Pak Haji              : “udah siap belum?”

Jambrong             : “Siap pak Haji”

 

Setting berubah ke masa zaman Malin Kundang

Ibu Malin Kundang: “itu kok rame-rame ada apa, hai Upik ?

Upik                    : “oh itu di pelabuhan ada seorang saudagar yang sedang merapat sebentar saya tak coba cari tahu dulu ya Mak….Siapa tahu itu kakak Malin.

(suara ombak dan angin laut dengan sepoi-sepoi menyambut datangnya kapal seorang saudagar yang hendak merapat)

{dalam situasi yang lain, ternyata Pak Haji dan Jambrong telah sampai di depan rumah seorang nenek tua (ibu Malin Kundang) tepat ketika anaknya(Upik) beranjak dari rumah untuk mencari tahu tentang keberadaan kapal yang datang}

Pak Haji              : “Assalamu’alaikum wr wb”

Jambrong             : “Assalamu’alakum wr wb”

Ibu Malin Kundang: “wa’alaikum salam wr wb. Ini siapa yaa? Pak haji ya?

Jambrong             : “nek, kami ini dari Solo ke sini, laper nek, jadi kami ke sini untuk makan. (jawab Jambrong sambil tersenyum)

Pak Haji              : “oh nggak Nek kami ini hendak silaturrahmi saja, mungkin boleh saya duduk di sini Nek. Nama saya Hussin dan ini murid saya Jambrong, Nek.

Ibu Malin Kundang : “ooo….. silakan duduk .

Jambrong             : “Nek itu di pantai ada apa sich, kok rame banget apa ada bagi-bagi harta ya Nek?

Ibu Malin Kundang : “saya nggak tahu Nak, itu anak saya sedang cari tahu apa yang terjadi? Katanya sich ada seorang saudagar yang sedang merapat di pelabuhan. Dia cari tahu apakah saudagar itu abangnya?

Jambrong             : “emangnya Nenek punya seorang anak yang jadi saudagar ya Nek?

Ibu Malin Kundang : “nggak sich. Cuman dulu saya punya seorang anak namanya Malin Kundang yang pergi merantau ke kota.

Jambrong             : “Malin Kundang , Nek? Wah pasti dia anak durhaka itu nek? (dengan heran)

Pak Haji              : “heh kamu bisa diam sebentar nggak untuk menghormati nenek ini berceritera?” (dengan wajah sedikit memeperlihatkan mimik marah) silakan teruskan Nek..!

Ibu Malin Kundang : “Katanya ia hendak pengin jadi seorang saudagar dan dia belum pulang hampir 10 tahun. Di samping itu saya juga sering bermimpi kalo anak saya itu sudah menjadi seorang saudagar kaya. Nah siapa tahu itu anak saya? Saya sudah kangen sekali.

Pak Haji              : “oo begitu ya Nek”

(kemudian Upik datang dengan seorang penduduk bersama saudagar itu. Mereka terlihat sedang berkelahi. Lalu mereka sampailah di depan rumah ibu Malin Kundang )

Upik                    : “Mak, ini benar bang Malin mak. Ini buktinya kalung yang dulu emak berikan ada padanya, tapi di nggak mau ngaku Mak.

Ibu Malin Kundang : “ah anakku, kamu telah pulang Nak ? darimana saja kamu selama ini Nak? emak kangen. Sekarang kamu telah menjadi saudagar kaya ya.

Malin Kundang : “saya tidak punya seorang ibu yang tua seperti kamu ini. Kamu tahu saya ini adalah seorang yang kaya yang berasal dari tanah yang jauh. Jadi, kamu jangan ngaku-ngaku jadi ibu saya ya…! Saya jijik melihat kamu”

Pengawal             : “ya pangeran ini tidak mungkin memiliki ibu seperti kamu. saya telah mengenal pangeran sejak lama jadi tidak mungkin pangeran pernah hidup di sini. Ibu pangeran itu berasal dari Belanda. Bukan begitu pangeran?

Malin Kundang : “ya kamu benar pengawalku”

Istri Malin Kundang : “papa, coba dilihat dulu! Siapa tahu orang itu benar-benar ibumu? Sepertinya dia benar-benar mengganggapmu anaknya.”

Malin Kundang : “tidak istriku tidak mungkin. masa kamu lebih percaya dengan orang tua jelek itu daripada saya yang keren ini. Kamu khan istriku.”

Istri Malin Kundang : “lalu bagaimana dengan kalung itu?

Malin Kundang  : “ kalung itu dulu saya beli di pasar senen dengan pengawal. Ya khan pengawal?

Pengawal             : “betul tuanku. Kalung ini memang benar dibeli di pasar senen ketika tuan beli kain.”

Istri Malin Kundang : “ betul? Kamu tidak bohong?

Pengawal             : “tidak putri, saya tidak bohong. Benar, saya tidak bohong.”

Pak Haji              : “heh kamu pengawal, kamu benar tidak bohong?

Pengawal             : “tidak Pak Haji .”

Upik                    : “ tega sekali abang melakukan ini pada ibu. Ibu telah lama menunggu kamu dan selalu mendoakanmu supaya berhasil. Kenapa kamu membalasnya dengan ini. Apakah kakak tidak ingat ketika ibu terpaksa minta uang kesana-kemari untuk makan kita untuk makan kakak dan saya. Apakah kakak sudah tidak ingat? Kasihan ibu kakak?”

Pak Haji              : “baiklah kalo begitu. Saya coba untuk menengahi. Boleh apa tidak saudara-saudara?”

Semua                 : “boleh pak Haji.”

Pak Haji              : “baiklah kalo gitu saya mo nanya sama nenek ini dahulu. Apa yang menjadi ciri-ciri anak nenek yang nenek ketahui untuk membuktikan kalau itu anak nenek?

Ibu Malin Kundang : “tahi lalat. Malin Kundang memilki tahi lalat di lengan tangan kanannya berwarna merah.”

Pak Haji              : “ok. Kalau benar orang ini memiliki tahi lalat berarti ia benar-benar anak nenek tapi kalu bukan berarti anak ini bukan anak nenek. Setuju?”

Semua                 : “setuju….”

Pak Haji              : “baik. Sekarang coba buka lenganmu?

Malin Kundang   : “baik.” (lalu dibuka lenngannya dan benar ternyata orang tersebut memiliki tahi lalat berwarna merah. Berarti dia benar-benar anak nenek tersebut)

Pak Haji              : “jadi kalo begitu sudah jelas semua bahwa kamu adalah anak nenek ini.”

Malin Kundang   : “tidak mungkin. Ini pasti sihir yang kalian buat, saya tidak percaya. Pokoknya dia bukan ibu saya. Ayo pengawal kita segera kembali berlayar. Saya sudah tidak betah lagi tinggal disini.

Pengawal             : “baik tuan.“

Malin Kundang   : “ayo istriku, kita kembali…!”

Istri Malin Kundang : “tidak. Saya tidak mau memiliki suami yang durhaka kepada ibunya saya akan tinggal disini bersama nenek ini.”

Malin Kundang   : “apa kau bilang? Kau akan tinggal di sini? Baiklah aku akan pergi sendiri saja. Ayo pengawal !”

Pengawal             : “baik tuan”

Ibu Malin Kundang : “kalau kamu tidak mau mengakui aku sebagai ibumu. Kukutuk kau nanti jadi batu”

Malin Kundang : “terserah apa katamu!”

Jambrong             : “ eit tunggu dulu. Hey Malin Kundang, kamu jangan pergi. Kamu nanti jadi batu lho. Kalau nggak percaya lihat ini! Ini buku yang mencerikan tentang kamu. bila kamu nanti pergi. Dalam perjalanan kamu akan menemui rintangan yang besar. Perahumu akan diombang-ambing oleh ombak dan disambar petir lalu kamu akan menjadi patung. Ini bukunya. (sambil menunjukkan buku kisah Malin Kundang)

Malin Kundang : “aku tidak percaya pada buku ini. Ini pasti buku bajakan”

(lalu pergilah Malin Kundang bersama dengan pengawalnya. Sementara istrinya memilih tinggal dengan ibu Malin Kundang.)

istri Malin Kundang : “maukah ibu menerima aku sebagai anakmu?”

Ibu Malin Kundang : “kamu memang anak yang baik tak seperti anakku.”

(di laut. Malin Kundang bersama pengawalnya berlayar menuju ke suatu tempat. Dan saat itu langit mulai tertutup oleh awan hitam yang tebal, lalu diikuti dengan hujan deras dan petir serta badai yang menyambar dengan suara yang menggelegar. Seluruh isi perahu pun kalut dan bingung. Belum pernah mereka mendapat badai sedemiakian besarnya.)

Pengawal         : “tuan, tuan bertaubat saja. Ini mungkin azab atas kedurhakaan tuan!”

Malin Kundang : “diam kamu. ayo cepat kendalikan kapal ini. Jangan banyak bicara!”

Pengawal         : “saya takut kalo nanti saya juga ikut menjadi batu tuan.”

Malin Kundang : “kamu jangan percaya dengan mereka!”

Pengawal         : “coba renungkan dulu tuan. Bila tuan nanti menjadi batu berarti tuan akan kepanasan tuan akan selamanya lapar dan tuan akan selamanya di neraka. Ayo tuan bertobatlah.”

Malin Kundang :”baik tapi bagaimana caranya. Apakah ini belum terlambat?”
Pengawal         : “coba saja istighfar tuan”

(lalu pada keesokan harinya di Pantai banyak dijumpai kayu-kayu dan mayat-mayat yang mengapung serta banyak sekali harta karun yang berserakan dimana-mana. Dan terdapatlah sesosok manusia tetapi setengah dewa, eh maksudnya patung. Orang itu terlihat kepayahan karena tidak bisa berjalan dengan baik karena sebagian tubuhnya telah menjadi patung dan tidak bisa digerakkan. Sambil tertatih-tatih ia berusaha berjalan menuju rumah nenek yang dihinanya kemaren. Dengan ditemani pengawalnya ,yang ternyata masih selamat dari musibah kapal, Malin Kundang ditemani ke rumah ibunya. Ia hendak meminta maaf)

Malin Kundang : “assalamu’alaikum wr wb”

Semua                         : “wa’alaikum salam wr wb”

Malin Kundang : “mak, saya minta maaf  mak saya salah mafkan saya mak. Saya mengaku saya salah. Maafkan saya mak supaya saya bebas dari kutukan ini dan selanjutnya saya akan berbakti kepada emak.

Jambrong             : “gue bilang juga apa? Saya khan udah katakan kalau kamu nekad, kamu akan jadi batu, betul khan? Kalau udah gini terus mau apa lagi?

Ibu Malin Kundang : “baiklah, kalau gitu ibu maafkan dengan syarat kamu harus berbakti kepada ibu, adik, istri, dan seluruh penduduk pulau ini. Selain itu kamu harus bersedia membangun pulau ini menjadi pulau yang maju. Apa kamu bersedia?”

Malin Kundang : “ ya mak.”

(seketika itu juga Malin Kundang terbebas dari kutukan ibunya kemudian ia bersujud dibawah ibunya, adiknya, dan istrinya seraya memohon maaf)

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

42 Tanggapan

  1. Hehe… lucu ikz.

    • @Ida: lucu apanya lho…
      :d hmmm

    • eeeeeeeeaaa lucu

  2. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    • @Yohan: iyah, akan dilihat mas Yohan

  3. trima kasih,
    ini buat tugas di SMP,
    add FB saya : fakhrias25@yahoo.com

    • @Asad: iya silakan saja dek…

  4. i LIKE IT’,,,,,,,,,,,,,

    • @Elsa: terima kasih Elsa…

  5. cerita yg sungguh luarbiasa buat pelajaran,…

    • @Lukisan: makasih..

  6. hem bagus juga

    • Novia: Terima kasih

  7. asskum…
    akuh izin copy paste naskah dramanya buat Ujian prktek…

    • @Cassipeia: iya dek, silakan.. semoga sukses ujian prakteknya.. amiin

  8. keren nian crito nuh . .

    • @Irfan thanks

  9. kak, kemaren aq copy paste naskahnya untuk pentas seni. tapi maaf ya, ru izin sekarang cz kemaren cari bbrp contoh naskah n akhirnya dengan bbrp perubahan dikit disesuaikan dengan daerah yang ok wat anak usia SMP aq pilih naskah kakak. makasih banget ya, pertunjukannya kemaren alhamdulillah sukses. sx lg, maaf ya kak, ru ngomong sekarang

    • @Nae: Yup. gak papa dek Nae…
      hasilnya sukses khan??
      sip lahhhhhhhh

      it’s oke. :)

  10. paling keren naskah drama malin kudang karya wisran hadi :D

    sya kemarin menyutradarainya, berbeda isinya dengan folklor malinkundang aslinya, tapi kan namanya seni, bebas berekspresi. :)

  11. ini sih tadak jadi batu
    ni……….

  12. Gak jelas bgt sih..
    saya itu ada tugas dari guru untuk membuat drama C’rita Rakyat..
    Saya maunya Malin Kundang…weleh welehh…ceritane iki…macam iki toh..akune ora mau ah…

  13. ………oke….
    lach.kw begituch.
    aq kasih nilai 70.
    ea

  14. makasih yaaaa .. sory ah di copy ..

  15. kerenn sihh :)

  16. banyak banget teksnya

  17. mantaf euy!…
    aq ada tugas…
    tapi dalam bahasa inggris.. :(

  18. wow lengkap cuy

  19. Thanks…..
    keren cuy…..

  20. i like it

    • emuach manizz

  21. hy maniz :)

  22. halo siapa aja yang nulis ini putri mau minta ijin ya buat jadiin bahan drama d skolah
    hehe
    suka ini cerita nya beda singkat jelas gg bertele2 hehe
    tpi memuat inti :)

  23. Makasih ka :)

  24. i love it

  25. g’mana ne crt.xa koc gc jd btu mlinn.xa ahh. ribbet bngtz.,

    • gimana itu kok gak jelas aku bingunge mas

  26. wah jan bingung tenan aku

  27. cuma bisa bilang .. Keren ! (y)

    AsyShahid_AM
    [skatersklk.blogspot.com]

  28. alay bener broo

  29. keren bro ane minta izin yah buat drama di sekolah tenang aja skenario masih pake nama Ahmedfikreatif tapi ane edit edit dikit okee
    ,soalnya gk ada waktu satu hari sebelum hari H harus jadi skenarionya hehe

    nih email ane :producteror123@yahoo.com kalo misalnya gk boleh

  30. assalamualaikum boleh nggak saya tulis tesk ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: