Sholat Perdana di Masjid Agung Sunda Kelapa Bersama Syaikh Ali Sholih Al Madani


Syaikh Ali Sholih Muhammad Al Madany

Syaikh Ali Sholih Muhammad Al Madany (sumber goto klik pada gambar)

Sholat Perdana di Masjid Agung Sunda Kelapa Bersama Syaikh Ali Sholih Al Madani

Sholat perdanaku di Masjid Agung Jawa Tengah (MASK) adalah sholat Isya’ berjamaah hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Setelah sholat Isya’ berjamaah dan diisi ceramah Ramadhan, dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang diimami oleh Syaikh Ali Sholih Muhammad Al Madany. Melihat dari namanya, tanpa perlu jauh-jauh berfikir kita pasti sudah tahu bahwa ia berasal dari Madinah. Dilihat dari nisbat Al Madany di belakang namanya. Sholat Tarawih di sini dalam 8 rakaat dan dilanjutkan 3 rakaat witir.

Bacaan para imam di masjid ini cukup merdu dan menyejukkan. Sehingga sholat yang berlangsung lama tidak terasa lama karena aku menikmati kemerduan dan ketartilan bacaan al Quran para imamnya. Imam sholat Isya’ saya lupa namanya. Sedangkan imam sholat Tarawih dan witir oleh Syaikh Ali tersebut.

Setahuku, bacaan al Quran yang dibaca syaikh setelah membaca Al Fatihah dalam sholat adalah surat Yusuf dari awal hingga selesai. Beliau tidak hanya sekedar membaca biasa saja namun juga menggunakan irama nada dan penekanan dalam bacaannya. Tempo yang dibacanya tidak terlalu cepat bahan cenderung pelan. Entah itu karena gaya intonasinya atau karena sebab ayat yang dibacanya adalah seperti rangkaian sebuah kisah yang bercerita tentang kisah Nabi Yusuf iramanya cukup indah untuk didengarkan. Dalam opniku, lebih indah disbanding Syaikh Sudais namun aku masih lebih suka mendengar bacaan khas Syaikh Mohaisiny atau kemerduan Syaikh Musyari Rasyid.

Ketika membaca ayat yang berisi kisah tentang dimasukkannya Yusuf AS ke dalam sumur, dipenjaranya Yusuf AS, dan doa yang dipanjatkan Yusuf AS beliau menangis tersedu dan sempat berhenti beberapa saat. Barangkali beliau mendalami makna bacaan yang dibacanya dan seolah merasakan posisi Nabi Yusuf AS pada saat itu.

Karena aku hanya mampu menerjemahkan sedikit sekali ayat-ayat yang dibacanya, aku tak dapat sedikitpun mengeluarkan air mata kesedihan sebagaimana yang dirasakan Syaikh Ali. Huft. :(

Setelah sholat tarawih selesai, kemudian dilanjutkan dengan Sholat Witir 3 rakaat. Pada rakaat terakhir, setelah bangun dari posisi ruku’ kemudian membaca doa isti’dal, beliau membaca doa Qunut yang sangat panjang. Barangkali berkisar antara 3-5 menit lamanya. Secara umum, beliau memimpin doa qunut yang isinya tentang doa kebaikan untuk umat Islam secara umum, doa kepada orang tua, doa agar seluruh ibadah selama bulan ramadhan diterima Allah, doa permohonan ampunan dosa kepada Allah, dan doa-doa lainnya. Namun, yang jujur bikin aku terkesan adalah doa nya untuk para mujahidin.

Sambil terisak-isak, beliau memohon agar Allah menolong dan memberikan kemenangan kepada para mujahidin di dunia. Beliau berdoa agar Allah menolong para mujahid untuk membebaskan Al Quds bebas dari tangan-tangan kotor orang-orang Yahudi. Meskipun yang disebut secara khusus hanya mujahidin di Palestina (sementara masih ada Mujahidin lainnya seperti di Afghan, Iraq, Somalia, Chechnya, Kashmir, dan lainnya yang sedang berperang melawan orang-orang kafir), hal itu cukup positif dan cukup membuatku terkesan.

Aku cukup terkesan karena selama aku sholat di beberapa masjid di Jakarta dan mendengarkan ceramah-ceramah atau khotbah jumat, aku tidak pernah mendengar adanya panjatan doa dari para imam dan khotib kepada Allah untuk kemengan para mujahidin di seluruh dunia kecuali baru 2x (seingatku). Pertama kudengar di masjid Cut Mutiah saat mendengarkan khotbah Jumat. Aku lupa khotibnya, namun setahuku yang bersangkutan sekarang sudah tidak pernah lagi mengisi khotbah di masjid Cut Mutiah. Kedua dibacakan oleh imam mushola kecil kampong dekat kos. Dan kini, saat aku sholat di masjid yang lokasinya hanya beberapa meter saja dari kediaman wapres RI, panjatan doa untuk kemenangan para mujahidin justru kudengar cukup jelas dan dibaca dengan penuh harap.

Tak hanya itu, beliau juga mendoakan rakyat Pakistan yang saat ini tengah mengalami musibah besar berupa banjir yang telah menewaskan ratusan hingga ribuan orang. Beliau berdoa agar rakyat Pakistan yang menjadi korban banjir mampu kuat dan sabar. Yang bikin aku cukup terkesan, ketika media-media di Indonesia tidak banyak memberitakan berita bencana di Pakistan dan umat Islam Indonesia pun seolah tidak tahu dengan penderitaan umat Islam Pakistan saat ini dan justru lebih terpancing serta terprovokasi paham nasionalisme semu untuk membela negaranya untuk melawan Malaysia, Syaikh Ali seolah mengajak umat Islam Indonesia agar melepas bingkai-bingkai dan sekat-sekat pemisah batasan Negara, politik, dan pemerintahan apalagi semangat nasionalisme untuk lebih mengedepankan persaudaraan yang didasarkan keimanan. Sebuah persaudaraan yang diajarkan oleh Al Quran dan Sunnah dengan melepas ikatan-ikatan nasionalisme itu.

Sholat perdanaku di masjid Sunda Kelapa kemaren cukup membuatku kangen untuk lebih sering sholat berjamaah di masjid ini. Dan yang membuatku lebih terkesan lagi adalah mendengarkan bacaan imam Syaikh Ali Sholih Al Madani dan mengamini panjatan-panjatan doa-doa nya meskipun Syaikh al Mohaisiny dan Syaikh Musyari Rasyid masih tetap menjadi pilihan favorit pertamaku sampai detik ini (Kapan ya aku bisa menjadi makmum keduanya?).

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

8 Tanggapan

  1. NURHAYADI

    BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU

    MENGUCAPKAN

    SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI 1431 H

    TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM.

    • @Nurhayadi: Taqabbal yaa kariim

  2. alhamdulillah,setahun lalu saya pernah beberapa kali diimami oleh beliau,memang bacaannya sangat merdu,serta beliau kadang menangis saat membaca surat2nya…

    kemarin sempet kesana mencari beliau,ternyata mas bisa jadi makmumnya ya? wah jadi iri nih…

    mudah2an tahun depan masih diberikan kesempatan buat sholat bersama dengan beliau :)

    • @Didot: amiiin
      halah
      iri apanya lho

      hehehee

  3. Assalamu alaikum…
    maaf cuma mao ngucapin
    “Hepi lebaran, kita mulai dari angka NOL lagi yaa…” :D

    • @Bee’J: hahahahaha

      wa’alaikumsalam

      iya iya….
      sama2

  4. Insya Allah nanti bukan jadi makmum syeikh aja… tapi jd muridnya yng bisa tuker pikiran scr langsung atau ikut daurohnya… rencananya Insya Allah syeikh mau buat dauroh Al-Qur’an dengan cara Orang Turki… yaitu membenarkan bacaan dulu selama setahun atau kurang… nah… setelah bacaan hurufnya udah bener seperti ajaran Rasul SAW….. baru syeikh ajarin hafal Qur’an nya… karna dengan cara ini lebih mudah, sebab sudah ada hafalan scr ga lngsng selama belajar huruf… Insya Allah klu memang akan segera terealisasi akan kami informasikan (ini juga masih dalam rencana’a syeikh, klu ga ada halangan Insya Allah terwujud) , syeikh yg bilang… selain itu syeikh akan ada program umroh … berminat ???

    • @Sofiyah: insya Allah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: