# Romadhon Kesebelas: Kewajiban Sholat


Sholat Subuh di Puncak Lawu

Sholat Subuh di Puncak Lawu (Gama - Aku)

Romadhon Kesebelas:  Sholat

Saat ikut sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan sholat Tarawih di Masjid Cut Mutiah, Jakarta, ada ceramah kultum Romadhon sebelum sholat tarawih. Aku lupa nama pak ustadz yang berceramah malam itu. Materi yang disampaikannya sebetulnya biasa, yaitu tentang sholat. Namun, beliau mampu menyampaikannya dengan baik kendatipun tidak terlalu berapi-api. Biasanya, jika ada ceramah-ceramah kultum sejenisnya, aku kurang memperhatikan karena seringnya penyampai ceramah menyampaikan ceramahnya dengan biasa-biasa saja. Informasi-informasi yang disampaikannya bersifat “itu-itu saja”. Gaya penyampaiannya pun tidak menggugah semangat atau memotivasi sehingga lengkap sudah perhatianku melemah. Yang lebih kubenci lagi, jika seorang penceramah lebih banyak bicara guyonannya yang menjurus ke hal-hal jorok, rusuh, dan porno daripada pelajaran-pelajaran yang berharga.

Kembali kepada topic ceramah kultum di masjid Cut Mutiah tanggal 20 Agustus 2010, sang penceramah menyampaikan tentang sholat. Dalam waktu yang relaif singkat, 15 menit, ia menyampaikan tema salah satu rukun Islam itu dengan cukup lengkap dan komprehensif.

Ia mengawali dengan membacakan hadis perkataan Nabi SAW, ““Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui-, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.” (HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425.)

Pak ustadz menyampaikan bahwa disamping sholat adalah merupakan bagian dari rukun Islam, sholat juga merupakan amalan yang pertama kali dihisab di hari kiamat. Boleh dibilang, jika pada pemeriksaan sholat kita lolos atau lulus, maka secara umum hal tersebut sudah cukup sempurna. Namun jika, ujian sholat kita tidak lulus, maka harus ada amalan-amalan lain yang dicari untuk menutupi kekurangan atau menyempurnakan amalan kita.

Selanjutnya, pak ustadz menyampaikan bahwa begitu pentingnya sholat hingga amalan ini menjadi pembatas antara seorang muslim dengan orang kafir. “Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82).

Artinya, jika seorang yang mengaku Islam namun tidak pernah mengerjakan sholat, meskipun ia puasa romadhon, mengaji al Quran, atau amalan-amalan ibadah lainnya, ia tetap dihukumi sebagai orang kafir, berdasarkan hadist tersebut. Oleh karenanya pak ustadz menghimbau kepada jamaah dan keluarga agar benar-benar menjaga sholat.

Selanjutnya, ia membahas mengenai keutamaan sholat berjamaah. Sholat berjamaah di masjid memiliki banyak sisi positif. Sholat berjamaah di masjid membuat seorang muslim bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudara muslimnya, bersosialisasi, berbagi informasi keadaan umat, meningkatkan ukhuwah, memudahkan konsolidasi umat, dan hal-hal lainnya. Oleh karenanya tak salah jika sholat berjamaah di masjid memiliki banyak keutamaan. Bahkan khusus bagi laki-laki yang telah berusia baligh, oleh sebagian ulama sholat berjamaah dihukumi wajib fardhu ‘ain.

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al Baqarah:43). à kalimat “..bersama orang-orang yang ruku’..” merupakan kiasan untuk istilah sholat berjamaah.

“Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang di antara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab & As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) di antara kalian mengimami kalian.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 628, 2/110 dan Muslim semakna dengannya no. 674, 1/465-466).

“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku sangat berkeinginan menyuruh seseorang mencari kayu bakar kemudian dinyalakan, lalu aku perintahkan manusia shalat dan dikumandangkanlah adzan, kemudian aku perintahkan seseorang mengimami mereka. Sedangkan aku pergi kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat jama’ah) kemudian aku bakar rumah-rumah mereka. Sungguh demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya kalau saja salah seorang dari mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan sekerat daging paha dan punggung kambing yang bagus tentu mereka akan menghadiri shalat Isya’. (HR. Bukhari dalam kitabul Adzan, bab Wujubus shalatil jama’ah, no. 644, 2/125)

Diantara 5 sholat rawatib yang wajib dikerjakan seorang muslim setiap harinya, pak ustadz mengingatkan agar kaum muslimin agar setidaknya berusaha menjaga benar 3 sholat utama, yaitu sholat asar, sholat isya’, dan sholat subuh berjamaah di masjid. Khusus sholat subuh, pak ustadz menyebutnya sebagai sholat yang menjadi pembeda antara kaum mukmin dengan kaum munafik. Selain itu, sholat subuh juga merupakan indikator kekuatan kaum muslimin secara umum.

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan orang lain untuk shalat bersama dengan orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Terakhir, maka kewajiban kita adalah menjaga kesempurnaan sholat kita. Kita pelajari bagaimana cara rosul SAW sholat dengan sempurna. Bagaimana rosulullah bertakbir, berdiri, ruku’’, sujud, dll? Bagaimana masing-masing bacaan dalam setiap gerakan sholat? Bagaimana tata tertib sholat berjamaah? Bagaimana pengaturan shof dalam sholat berjamaah? Dan seterusnya. Sebagaimana diketahui, banyak orang-orang yang sholat melakukan gerakan-gerakan yang semaunya sendiri tanpa pernah membaca rujukan dasar setiap gerakan sholatnya padahal yang ia lakukan tersebut tidak berdasar (seperti bertakbiratul ihrom dengan posisi kedua telapak tangan membelakangi kiblat dan justru malah mirip orang berdoa, takbiratul ihrom dengan memutar tangan terlebih dahulu, dll); mendirikan shof dengan modelnya sendiri (bikin shof yang tidak menyatu, bikin shof dari pinggir tembok bukan dari posisi belakang imam, dll); tidak memperhatikan kelurusan dan kerapatan shof sholat sehingga jika sholat jarak jamaah dengan jamaah disampingnya terdapat jeda ruang yang cukup luas padahal seharusnya rapat dan saling menempel antar jamaah bahu dengan bahu, tumit dengan tumit, lengan dengan lengan dst) serta hal-hal lainnya yang perlu untuk menjaga kesempurnaah sholat lainnya.

(ditulis dengan sedikit penambahan dari penulis berdasar isi ceramah kultum masjid Cut Mutiah tanggal 20 Agustus 2010)

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

4 Tanggapan

  1. shalat adalah tiang agama yg kebanyakan sudah retak di dalam hati umat muslim di negara ini..termasuk di dalam diri saya..semoga dengan adanya ramadhan ini, kekuatan islam di dalam hati semua manusia dapat bertambah..amin..

    mau tukeran link?

    • @Evest: amiiiiiiiiiiiiiiiin

      boleh2…

  2. Waw, dahsyat, sholat dipuncak lawu, anyway, selamat menjalankan ibadah puasa…

    • @Sriyono: iya bro

      sama2..

      terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: