[Kasus Video Porno] Andai Indonesia Negeri Bersyariat Islam…. (Bag. 1)


Sumber: Silakan Klik Pada Gambar

Beberapa pekan ini, kita (masayarakat Indonesia) digegerkan dengan kemunculan video “porno” yang konon mempertontonkan adegan hubungan suami istri. Kalau sekedar video porno biasa yang dibintangi oleh siswa-siswi sekolah, atau bintang yang tidak dikenal sebagai publik figur sih barangkali sudah ‘biasa’ dan tidak bakal menimbulkan kehebohan di republik ini seperti masa-masa sekarang. Namun, dikarenakan video tersebut memperlihatkan pemeran yang memiliki kemiripan wajah dengan seorang artis, presenter, dan vokalis band terkenal, maka jadilah republik ini heboh, gempar, dan geger.

Melalui peran media baik cetak maupun elektronik (televisi, radio, internet), publik seluruh Indonesia (tentunya yang memiliki akses pada media pula) dapat mengetahui berita tersebut tanpa butuh waktu yang terlalu lama. Dengan opini yang terkesan kurang berimbang, media berhasil membuat berita seputar video porno seorang yang dianggap mirip salah satu vokalis band terkenal yang ‘bermain’ dengan dua orang presenter secara terpisah. Tak hanya itu, media pun berhasil menyebarkan informasi bahwa masih ada puluhan video dengan pelaku si artis mirip vokalis band tersebut bersama puluhan wanita lainnya yang kebanyakan dikabarkan para selebritis Indonesia (lagi-lagi oleh media).

Melalui keterangan seorang pakar yang ‘konon’ ahli digital forensik atau telematika atau sebutan yang semisalnya, yang menerangkan bahwa menurutnya video itu 90% bahkan 99% dinyatakan sebagai video yang asli dibintangi artis bernama Ariel alias Nazriel Irham, Luna Maya, da Cut Tari, maka masyarakat pun hampir meyakini bahwa orang di dalam video porno tersebut adalah ketiga orang dimaksud. Sementara, sampai dengan saat aku memposting tulisan ini, aku belum memperoleh keterangan pengakuan dari masing-masing ‘terfitnah’ bahwa orang yang di dalam video itu adalah mereka.

Melihat kehebohan dan kegemparan masyarakat Indonesia, bahkan hingga menjalar ke Jepang sampai seorang bintang film porno asal negeri sakura yang beberapa saat lalu menjadi bintang tamu di sebuah film di Indonesia bernama Maria Ozawa pun tertarik dengan “Ariel”, membuat polisi dan aparatur terkait bergerak cepat berupaya meredam situasi. Polri pun memanggil Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari yang dianggap ‘membintangi’ video porno tersebut untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Mereka bisa saja meningkat statusnya yang semula saksi menjadi tersangka, jika mereka dianggap memenuhi persyaratan sebagai tersangka.

Buntut dari kehebohan video porno tersebut, Luna Maya harus mundur dari bintang iklan Lux, presenter Dahsyat, dan beberapa produk lainnnya. Sementara Cut Tari juga harus ‘pensiun dini’ dari jabatan presenter Insert. Tak kurang dari itu, ketiganya pun memperoleh cacian dan makian dari berbagai pihak masyarakat Indonesia yang kebanyakan meyakini bahwa ketiga orang tersebut adalah pelaku adegan di dalam video porno yang tersebar di masyarakat, sementara ketiga artis tersebut sampai hari ini tidak mengakui bahkan membantahnya melalui pernyataan-pernyataan di media.

Yang lebih mengherankanku lagi, sejumlah ormas Islam semacam FPI dan MUI pun ikut latah memvonis ketiga artis tersebut sebagai pezina meskipun barangkali mereka belum sepenuhnya menonton isi video itu. Atau sekalipun sudah menonton video itu, menurutku contoh yang ditunjukkan kedua ormas tersebut tidak mencerminkan sebuah organisasi yang menjunjung tinggi syariat Islam. Sebagaimana kuperoleh informasi, kedua ormas Islam tersebut bermodal keyakinan pelaku video porno adalah Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, maka mereka memvonis ketiganya sebagai pezina dan harus dikucilkan dari masyarakat bahkan dicekal segala aktivitasnya. :( Sungguh menyedihkan bagiku.

Aku sempat berfikir dan berandai-andai, betapa misal seandainya Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi dan menegakkan syariat Islam, maka semestinya tidak ada kasus video porno ini meluas hingga menggemparkan negeri. Sepanjang yang kuketahui, Al Quran menyatakan bahwa orang-orang yang menuduh seseorang mukmin / ah berbuat zina, maka yang bersangkutan (penuduh tersebut) harus dan wajib mendatangkan empat orang saksi.

Allah berfirman, “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik,” (an-Nuur: 4).

Empat (4) orang saksi yang dimaksud di dalam ayat ini adalah 4 orang muslim dan adil yang melihat dengan kasat mata dan jelas secara langsung terjadinya ad dukhul, yaitu masuknya penis ke dalam vagina. Pertanyaannya, apakah orang-orang yang menuduh Ariel, Luna, dan Cut Tari tersebut mampu mendatangkan empat orang saksi yang siap dan berani bersumpah di depan hakim atas nama Allah bahwa keempatnya benar-benar melihat perzinahan Ariel, Luna, atau Cut Tari? Jika mereka mampu melakukannya, maka boleh saja masyarakat mengatakan Luna, Ariel, dan Cut Tari adalah pezina. Namun persoalannya, bukankah masyarakat, FPI, dan MUI serta kalangan lainnya itu menuduh Ariel, Luna, dan Cut Tari sebagai pezina hanya bermodal video yang wajahnya mirip (atau sangat mirip) dengan ketiga artis itu bukan? Sejauh pengetahuanku, video, foto, atau bentuk rekaman-rekaman yang lain yang setipe dengan itu tidak bisa dijadikan sebagai sebagai sebuah alat untuk memvonis seseorang dihukumi sebagai pezina, sampai orang yang mengadukan itu membawa empat (4) orang saksi. Jika ternyata ia tidak mampu membawa 4 orang saksi, maka yang bersangkutan harus dicambuk karena telah melakukan penuduhan terhadap seorang muslim / muslimah berzina. Tak kurang dari itu, bahkan Allah SWT memerintahkanagar sesudah itu kesaksiannya ditolak selama-lamanya jika ia menuduh wanita-wanita baik-baik berbuat zina, namun tidak dapat menndatangkan 4 orang saksi. Na’udzubillah min dzalik.

Allah Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya),” (an-Nuur: 23-25).

Rasulullah pun juga telah memerintahkan agar umat Islam berhati-hati dengan hal tersebut. “Jauhilah tujuh perkara yang mendatangkan kebinasaan.” Para sahabat bertanya, “Apakah ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan syari’at, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan pertempuran, dan melontarkan tuduhan zina terhadap wanita-wanita mukminah yang terjaga dari perbuatan dosa dan tidak tahu menahu dengannya,”.

Meskipun secara tekstual disebutkan bahwa larangan itu adalah melontarkan tuduhan zina kepada wanita-wanita baik-baik, bukan berarti kita boleh seenaknya menyebut orang-orang yang tidak baik-baik sebagai pengecualian dari ayat di atas. Pada prinsipnya, menuduh seseorang berbuat zina itu tetaplah terlarang. Okelah, katakanlah Luna, Cut Tari, atau Ariel bukanlah seorang muslim-muslimah yang taat sekalipun, tidak berarti mereka boleh untuk difitnah-fitnah berbuat zina begitu saja. Dalam buku Halam dan Haram, Yusuf Al Qardhawy disebutkan bahwa pezina adalah seseorang yang (terbukti_red) gemar berzina. Perempuan zina di sini, ialah perempuan-perempuan nakal yang pekerjaannya berzina (pelacur) [Lihat Halam dan Haram: Yusuf Al Qardhawy].

[bag I dari 2 tulisan. Bersambung besok]

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

25 Tanggapan

  1. lha kalo dihadirkan 4 saksi yang telah menyaksikan video mesum itu bisa gak om ?

    kl menurut syariat islam mereka tidak bisa dijudge sebagai pezina lantaran tak ada 4 saksi, lantas apakah mereka jadi bebas tanpa ada hukuman om ?

    nyuwun jawabane

    • @Ilham: jawabane: sy sarankan nanti masnya baca tulisan sambungannya dulu ya mas?
      jd, biar utuh memahaminya

      br deh kita diskusi entar

  2. Kedua dong..

    Asslamu’alaikun
    kunjungan pertama~

    yang sangat disayangkan adalah yang melakukannya adalah mereka yang harusnya bisa ngasih contoh baik

    • @Fiya: wa’alaikum salam wa rahmatullah
      selamat datang
      silakan duduk dan dinikmati cemilannya

      “yang sangat disayangkan adalah yang melakukannya adalah mereka yang harusnya bisa ngasih contoh baik”

      >> hmmm,, maaf dek, aq tdk ikut2an untuk memvonis bhw mereka lah pelakunya sekalipun konon, videonya sdh pasti 99% akurat sekalipun smpai ada pengakuan dr mereka.

      jujur, aq takut terkena ayat yg ada di tulisan di atas

      *mohon dibaca dulu isinya.. :D

  3. wahhh… masih ngebahas kasus video itu ya mas..

    • @Fitri: hmm klo dikatakan gitu mungkin boleh saja..
      cuman, aq tdk setuju aja dg sebuah kesimpulan masyarakat yg men-judge ketiganya lah pelakunya…

      *tulisan ini barangkali bs mjd pengingat saja

  4. hmm..memvonis seseorng emank harus berhati2..jgn asal2an krn bisa berbuah ghibah bahkan fitnah..
    tp klo dilihat dari segi teknis dgn menggunakan teknologi, ada beberapa (bukan cuma 1, tp lebih) pakar yg menyatakan klo video itu diduga asli dan benar adannya.
    dgr opini pengamat hkm pelakunya bisa kena jerat hukum lho..
    yg terpenting jgn ditiru..dosanya gede bgt.. :) adegan gak pantas apalagi kita orng timur..

    • @Sapta: Pakar itu hny untuk membantu penyidik saja.
      Pendapatnya jg bru sah jika diminta oleh Hakim dlm pengadilan.
      klo ngomongnya di media dan publik, itu tdk etis!
      bisa dan boleh dituntut jika dianggap mencemarkan nama baik.

  5. setuju banget nih mas,jujur saya juga mau buat tulisan semacam ini. tadi pagi ada wanita di sebelah saya sedang duduk dan ngomongin tentang video tersebut juga,kemudian dia menjudge sang pelaku adalah si anu dan anu. menurut saya itu gak boleh,karena alasan harus adanya saksi ya,bahkan seingat saya ada cerita jaman dulu ada seorang melaporkan orang lain berzinah tapi karena hanya melihatnya berduaan dan kurang saksinya maka dia yg kena hukuman oleh rasul, dan orang yg dituduh hanya dikenai hukuman ringan karena berduaan,bukan berzinah. jadi memang harus hati2,supaya kita tidak mudah menghakimi orang lain

    • @Didot: tulis lagi aja bos,,,
      biar untuk mengedukasi masyarakat betaa Indahnya Islam ini

  6. hmmm.. menarik ^^ like it… hehehhe…

    betul juga sih.. no judge pls ^^… seleb juga manusia *halah*…..

    • @Cempaka: semua yg bs ngomong, berfikir, jalan, tidur, juga manusia kali..

  7. yang jelas perbuatan bgonoan gak baik buat kesehatan hati kita… jangan didekati ya..

    • @Sunflo: kok ga boleh didekatin gimana sih?
      kok juga ga baik buat kesehatan??

      -hmm,,, bukannya kalo sdh halal, justru disurugh deketin terus..
      krn perbuatan juga menyehatkan juga khan??

      yg bener yg mana nih?

  8. Semoga dari pelajaran ini , kita bisa membentengi diri agar terhindar dari perilaku seperti itu dan/atau menyerupainya..

    • @Domba: amiiiiiiiiiiiiin

  9. Tulisan ini mengesankan pembelaan terhadap 3 artis yang “dituduh”, terlihat pembahasan koreksi total terhadap lembaga FPI dan MUI. Meskipun tulisan saudara benar bab masalah hukum menuduh dst.

    Mengapa saudara tidak menulis lebih banyak tentang seberapa besar kemaksiatan yang ada di Indonesia yang sudah banyak dikampanyekan oleh para artis dan selebritis, ketimbang penjustifikasian terhadap 2 lembaga yang selama ini juga (paling tidak) mendukung berdirinya syariat, daripada ketiga artis yang saudara “bela” dengan tulisan tersebut.

    Dengan menyitir beberapa ayat yang saudara sampaikan, lebih baik lagi bila disertakan asbabun nuzul dan implementasinya pada masalah ini.

    Kurang bijaksana bilamana ayat-ayat tersebut digunakan membela mereka dalam permasalahan ini. Terlebih kesan penukilan pemberitaan yang tidak seharusnya ditampilkan misal Maria, Bintang Lux, Insert dst dicampur dengan ayat yang malah digunakan untuk “membela” . Mungkin bagi pemaparan kronologi pemberitaan untuk saudara penting. Tapi sungguh kasihan sekali ayat-ayat yang disuguhkan justru mengundang pembelaan.

    Demikian kontribusi dan koreksi saya terhadap sesama muslim :)

    • @Akhireza: silakan

  10. Oya mas tanya,. mase juga dah nontoh videonya?.. kog bisa nulis banyak tentang ketiga artis tersebut? ;P

  11. Hidup arieeeeeeeeel…. hidup luna maya…… bagi videonya dong…. masnya dah bisa nyimpulkan kayak gitu karna dah nonton kan? yuk, daripada kebanyakan nulis tar dimoderasi udahan ah… jangan kasih bata merah ya gan

  12. hm…
    yah… menurut saya, tulisan mas ini adalah sebagai pengayaan sudut pandang dari kaca mata yang berbeda tentang kasus ini.

    semoga, bisa membuat saya lebih obyektif dalam bersikap.

    yang jelas, saya prihatin.. itu saja.

    • @Anna: mungkin juga bisa disebut demikian..
      tp yg jelas, inilah opiniku atas kasus yang berkembang itu..

      *sy juga prihatin…. :(

  13. Akhi Reza, di/pada Juni 18, 2010 pada 4:17 pm Dikatakan: r
    0
    0
    Rate This

    Quantcast

    Hidup arieeeeeeeeel…. hidup luna maya —>

    itu bukan tulisan saya mas,. maaf.. kok bisa keluar nama saya yo,. moderasinya gmn sih mas?..

  14. Hidup arieeeeeeeeel…. hidup luna maya —>

    itu bukan tulisan saya mas,. maaf.. kok bisa keluar nama saya yo,. moderasinya gmn sih mas?..

    • @AKhireza: bc lanjutannya dulu mas, dan silakan berkomentar. http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/06/16/pandangan-daulah-islam-atas-kasus-video-porno-artis/

      Telah sampai berita dr seseorang yg tsiqoh bhw sampeyan tidak terima dengan tulisan saya ini dan bahkan menyebut sy dg hal2 buruk lainnya…
      sy hanya tersenyum saja mendengarnya….
      sebagaimana yg sy tulis, kalau ada kekeliruan, mohon dikasih masukan dan saran. Jika datangnya dr Al Quran – Sunnah, insya Allah sy rujuk.
      atau silakan sampeyan nulis bantahan atas tulisan ini. Barangkali dg sampeyan nulis nanti, sy bs belajar dr sampeyan… :)

      salam.

      owh satu hal lagi, sy tdk suka dg berbohong menggunakan email sama, dan nama yg diganti hny krn kekesalan. :)
      maaf

      salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: