Selamat Hari Lupus Se-Dunia !!!


Lupus Sering Disimbolkan Dengan Kupu-Kupu

Lupus Sering Disimbolkan Dengan Kupu-Kupu

Hari ini adalah tanggal 10 Mei 2010. Bagi sebagian besar orang, hari ini bukanlah hari yang nampak istimewa. Hanya hari Senin biasa yang berarti para pegawai mulai berangkat ke kantor kembali setelah menikmati liburan baik sejak Sabtu (bagi yang Sabtu libur) dan atau Ahad. Namun bagi sebagian kalangan di berbagai belahan dunia, 10 Mei adalah sebuah hari yang cukup istimewa, terutama bagi mereka para penderita (aku kesulitan mencari kata selain penderita) Lupus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Odapus (Orang dengan Lupus). Tahukah kamu apa itu penyakit Lupus? Hmm,, setidaknya pernahkah kamu mendengar istilah penyakit Lupus ? :( Bukan salah kamu jika memang kamu baru mendengar penyakit yang satu ini.

Aku sendiri sebetulnya telah lama mendengar istilah penyakit Lupus sejak lama, sejak kelas 1 SMA (sekitar 10 tahun lampau). Aku memperoleh istilah Lupus pertama kali dari membaca surat kabar Republika yang dalam beberapa edisi di dalam rubrik kesehatan kerap menyinggung perihal penyakit Lupus. Sayangnya, ketika itu -entah kebodohanku entah gimana- aku merasa belum terlalu mengerti apa sih penyakit Lupus itu. Ketika itu aku hanya menangkap informasi -entah benar entah salah- bahwa Lupus adalah penyakit yang tidak menular namun sangat mematikan. Aku coba tanya ke orangtuaku, keduanya pun juga tidak terlampau paham apa itu penyakit Lupus. Saat itu, aku belum terlampau kenal dengan dunia internet, kecuali sekedar untuk chatting MIRC dan melihat berita Bola semata.

Pernah dalam suatu kesempatan sesi pertanyaan di kelas, ada seorang guru yang oleh banyak kawan-kawan dipuji-puji karena pengetahuannya yang luas dan bagusnya kala mengajar -meskipun aku tidak terlalu sepakat dengan kebanyakan pendapat kawan-kawan. Kebetulan, saat kelas tiga, aku diajar olehnya. Namanya sebut saja Fathi. Seorang guru Biologi. Dalam sebuah kesempatan pertanyaan bebas, aku beranikan diri untuk bertanya mengenai apa itu penyakit Lupus, bagaimana gejala-gejalanya, lalu bagaimana pula penanganan pertama yang harus dilakukan dan beberapa pertanyaan lainnya yang sedikit berhubungan.

Alangkah kecewanya aku dengan jawaban yang ia utarakan. Guru yang dianggap baik oleh kawan-kawan itu justru memberikan kesan buruk kepadaku. Ia mentertawakan materi pertanyaanku. “Mana ada penyakit kok namanya penyakit Lupus?” ujarnya. “Sindrom Lupus baru ada itu,” lanjutnya. Merasa penasaran, maka aku pun benar-benar memperhatikan uraianya selanjutnya. “Jadi, sebuah sindrom karena seseorang yang sangat pengin nonton film Lupus atau sangat terobsesi untuk menjadi tokok Lupus dalam film Lupus sehingga hidupnya menjadi terobsesi sepertinya, nah itu baru mungkin. Itulah sindrom Lupus. Kalau penyakit Lupus, seumur-umur saya baru mendengarnya hari ini tadi,” jawabnya samabil terseyum yang kemudian diikuti tawa geli kawan-kawan sekelas.

Maaf bu, saya membaca sedikit informasinya sejak lama sejak kelas satu SMA barangkali. Dalam surat kabar itu dijelaskan bahwa Lupus itu bisa muncul dan bersembunyi dalam penyakit-penyakit biasa seperti demam, batuk, flu, atau penyakit-penyakit lainnya. Nah, maksud saya sebetulnya kalau ibu mengetahui tentang penyakit itu bagaimana sih gejala-gejalanya dan penanganannya karena disitu ditulis penyakit itu penyakit yang mematikan,” tetap saya menyatakan pertanyaanku sekaligus untuk meyakinkan ke seluruh kawan-kawan bahwa pertanyaanku ini adalah pertanyaan yang serius dan ingin tahu.

Hmm, yang jelas saya baru dengar hari ini. Saya tidak tahu apa itu ada atau tidak. Atau teman-teman di sini ada yang pernah dengar tentang Lupus?” timpal ibu Fathi merespon pertanyaanku yang dijawab teman-teman sekelasku “Tidaaak….,”

Barangkali kamu salah baca itu…” tutup ibu guruku semakin membuatku dongkol dan merasa justru dibikin malu di depan kelas. Sejujurnya, aku sangat kecewa dengan cara dan bagaimana ia menjawab pertanyaanku. Harapanku, jika tidak mengetahui jawabannya, aku berharap ia tidak perlu harus mentertawakan pertanyaanku dan ‘mempermalukanku’ di depan kelas. Cukuplah ia jawab tidak tahu. Syukur-syukur, ia kemudian mencarikan informasi yang maksimal perihal materi pertanyaanku. Tapi sudahlah.

Gambaran yang pernah kualami di kelas dan terjadi pada guruku itu setidaknya menjadi gambaran betapa masih sedikitnya orang dan masyarakat yang tahu perihal penyakit Lupus. Jangankan masyarakat dengan profesi rendah, seorang guru yang memiliki akses ilmu banyak pun ternyata pada saat itu sama sekali tidak mengetahui penyakit Lupus, bahkan mendengarnya pun belum pernah.

Berbekal ketidaktahuanku itu, maka aku pun berusaha mencari informasi mengenai Lupus meskipun tidak terlampau intens. Hingga dalam sebuah kesempatan, aku justru memperoleh informasi yang boleh dibilang sangat lengkap justru setelah aku ngeblog. Aku berkenalan dengan seorang Odapus, namanya Cempaka. Dari artikel-artikel di blognya lah aku memperoleh informasi mengenai Lupus cukup lengkap dan kupahami dengan mudah. Aku baca satu persatu. Sesekali kutanyakan beberapa hal yang perlu kutanyakan. Setidaknya aku sedikit banyak tahu apa itu penyakit Lupus.

Lupus adalah sebutan umum untuk penyakit dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus). Secara medis, SLE atau Lupus merupakan penyakit sistem daya tahan atau kekebalan (autoimun). Pada penderita lupus, antibodi diproduksi berlebihan. Antibodi, yang diibaratkan sebagai tentara / guardian di suatu negara yang seharusnya melindungi rakyatnya (organ tubuh) dari musuh (penyakit), malah bekerja salah arah, dan justru menyerang rakyatnya sendiri. Demikian sebuah definisi yang paling mudah kucerna mengenai penyakit Lupus. Istilah Lupus sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin yang berarti Serigala, bukan Lupus yang diambil dari nama tokoh Novel terkenal era 1980an.

Antibodi yang ada dalam tubuh seseorang justru merusak organ tubuh sendiri, diantaranya misalnya kulit, syaraf, otot dan persendian, mata, jantung, darah, hati, ginjal dan paru. Jadi, antibodi tersebut seolah-olah sedang melakukan kudeta pada badan penderitanya sendiri.

Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).

Jenis penyakit Lupus -sejauh yang kuketahui [CMIIW]- memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.

Mengenai gejala-gejalanya, seorang dokter pernah menjelaskan bahwa penyakit lupus memiliki banyak variasi tampilan gejala yang mungkin munculnya berbeda-beda antar masing-masing pasien. Gejala yang umum terjadi adalah demam, berat badan turun, rambut rontok, nyeri sendi, kelainan kulit (ruam di wajah, sensitif terhadap sinar matahari), sampai masalah pada ginjal, jantung, saluran cerna, dan sistem syaraf. Hal ini terjadi karena antibodi yang ada pada orang dengan lupus (Odapus), tidak hanya dapat menyerang organ tubuh tertentu saja.

Salah Satu Reaksi Kulit Seorang Odapus (Kasuistis)

Salah Satu Reaksi Kulit Seorang Odapus (Kasuistis)

Oleh karena itu, obat yang diberikan bisa sama, bisa pula diberikan tambahan obat yang berbeda, sesuai dengan gejala yang muncul. Prednison, yang merupakan obat golongan kortikosteroid, adalah obat yang cukup sering diperlukan oleh Odapus. Dosisnya tentu disesuaikan oleh dokter, tergantung dari gejala yang timbul dan respons dari pasien. Namun terkadang dibutuhkan obat-obat lain seperti obat antimalaria dan obat sitotoksik yang juga digunakan sebagai obat kemoterapi pada pasien kanker.

Pemberian suatu obat, didasarkan pada mekanisme kerjanya. Jadi, mungkin saja obat yang sama digunakan untuk dua penyakit yang kelihatannya berbeda, misalnya parasetamol yang dapat digunakan untuk menurunkan demam juga menghilangkan nyeri. Yang digunakan sebagai dasar pemberian obat pada lupus adalah jika obat tersebut efektif untuk menekan sistem imun (kekebalan tubuh). Penyakit lupus disebabkan karena adanya antibodi (zat kekebalan tubuh) yang bekerja berlebihan sehingga menyerang organ-organ tubuh yang sehat. Untuk itu, diperlukan obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh tersebut agar tidak berlebihan bekerja. Obat sitotoksik pada Odapus berperan sebagai imunosupresan, artinya berperan untuk menekan sistem imun pada tubuh.

Obat imunosupresan biasanya diberikan untuk mengatasi gejala yang berat, di mana dibutuhkan pemberian obat golongan kortikosteroid (prednison) dosis tinggi. Padahal, dosis prednison yang terlalu tinggi dapat menimbulkan efek samping yang berat, yang mungkin bisa lebih berbahaya dibandingkan penyakitnya. Oleh karena itu, diberikan obat imunosupresan dalam jangka waktu tertentu (biasanya paling lama enam bulan) untuk mengganti atau diberikan bersama-sama dengan prednison sehingga dosisnya tidak usah terlalu tinggi.

Jadi, obat imunosupresan dalam pengobatan lupus berguna untuk mengontrol aktivitas penyakit pada organ-organ vital seperti ginjal, otak, jantung, dan paru, serta dapat mengurangi atau meniadakan kebutuhan akan obat kortikosteroid. Dokter tentu akan memberikan obat imunosupresan, juga obat-obat lain, dengan hati-hati, setelah mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Jika penyakit telah terkontrol, dapat saja pemberian obat-obatan dihentikan dan yang perlu dilakukan adalah menjaga asupan nutrisi dan pola hidup.

Sebetulnya, masih banyak istilah-istilah tentang Lupus yang belum kuketahui. Kalau kamu tertarik, maka kamu kunjungi website Yayasan Lupus Indonesia atau blog Cempaka. Cempaka adalah salah seorang Odapus yang menurutku hebat. Kenapa? Karena ia masih memiliki semangat dan terus berkarya dalam dunia blog dan kuliahnya. Ia pun juga giat berbagi untuk menyosialisasikan tentang Lupus. Hmm, pengin aku mengusulkannya untuk masuk di Kick Andy sebagai pribadi yang bisa memberikan inspirasi orang-orang sekitarnya. :D

Semoga pembahasan panjang lebar ini bisa sedikit memberikan dahaga kawan-kawan tentang Lupus. Selamat Hari Lupus Sedunia. Semoga sakit yang dialami kawan-kawan Odapus tidak membuat mereka kehilangan prestasi dan motivasi. Amiin..

SUMBER-SUMBER INFO

  1. Cempaka
  2. Kabar Sehat
  3. Republika
  4. Antara
  5. Kompas

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

17 Tanggapan

  1. Pertamax dulu… komen nyusul

    • Antibodi, yang diibaratkan sebagai tentara / guardian di suatu negara yang seharusnya melindungi rakyatnya (organ tubuh) dari musuh (penyakit), malah bekerja salah arah, dan justru menyerang rakyatnya sendiri…

      Mengingatkan saya pada postingan kk tentang “Potret Buram Perilaku Oknum Tentara di atas Gerbong Kereta”

    • @Puri: hmm,, km kok masih ingat to dd??
      postingan yg itu..

      hmm,,
      iya ya..
      berarti si tentara itu juga sama saja dg VIRUS dong ya?? :(

  2. Selamat Hari Lupus….

    Ingat ODAPUS .. jadi ingat gadis yang penuh semangat …
    cempaka.info/ ….

    • @Delia: sama! :D

  3. Hikz, terharu.com

    • @Cempaka: ealah…,
      yg punya nama cempaka muncul..
      hmm,, apa yg bikin terharu lho ??

      -jd geer nih gw-

  4. jadi ingat cempaka yg udah komen duluan… ternyata kebalikan dari HIV / AIDS ya?? thanks ya atas penjelasannya :)

    • @ustadz didot: yup kang ustadz..
      lebih jauh lagi tanya Cempaka..
      kayake dia lebih tahu banyak lagi

  5. masih teringat juga, aq pernah baca juga di Cempaka, suatu penyakit dengan nama unik, mengingatkan pada tokoh novel yang sangat terkenal era 80-an, dengan simbol kupu-kupu.

    • @Mahesa: Lupus yg dulu bukan kupu kale..
      tapi permen karet.
      Lupus (novel) identik dengan permen karet

  6. iya..mba cempaka emang kuat ya…^^
    selalu berjuang dan bersemangat… :)
    artikelnya bagus…

    • @Marisa: artikel sy or cempaka nih…?
      hehehehe

      yup, sesuai namanya Cempaka memang bunga yg mekar…

  7. :)

    • @Asop: senyum knp lho Sop????

  8. semoga Allah selalu memberikankekuatan dan ketabahan bagi mereka dan bagi kita ya de’ aamiin

    • @Rose: amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: