Apa Perlu, Kita Memelihara Amarah dalam Diri?

Dua hari lalu, ortu-ku ke Semarang. Rencananya, mereka hendak menjenguk pamanku yang sedang terbaring sakit. Ia terserang Hepatitis. Aku tidak tahu apakah Hepatitis A, B, C, D, atau Z. Mereka berangkat pagi-pagi buta setelah sholat subuh.

Sekitar waktu maghrib, kedua ortu nyampai rumah. Ibuku bilang ke aku, ”Fik, kamu tak bilangin ya. Tadi khan niat ke Semarang mau niat nengok Pamanmu yang sakit khan?”

”ee…, sampai sana malah ibu seperti diprovokasi. Ibu jadi malah marah.”

”Lha kenapa? Kok bisa?”

”Lha gimana tidak, sudah tahu kalau bapak dan ibumu ini mau pergi haji tahun depan tapi masih susah nyari kekurangan uang untuk nglunasinya. Eeee pamanmu malah bilang ke bapakmu agar bapak menghajikan simbahmu. Jalan pikirnya gimana sih..? Apa ga nambah mangkel ibu?” Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: