Andong & Dokar, Alat Transportasi Tradisional yang Berbeda

Sebagai kota yang masuk sebagai warisan peradaban dunia, Solo memiliki banyak peninggalan-peninggalan kebudayaan yang hingga kini masih terwariskan dan lestari. Salah satu peninggalan warisan tradisional itu antara lain berupa alat transportasi tradisional. Diantaranya adalah Andhong atau Andong.

Andong merupakan salah satu alat transportasi tradisional di Solo dan Yogyakarta dan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Klaten, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo. Keberadaan Andong sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang hingga kini masih terus dilestarikan, khususnya di Solo, The Spirit of Java.

Biasanya, keberadaan Andong di Solo difungsikan sebagai alat transportasi pengangkut barang-barang dagangan ibu-ibu dari pedesaan menuju pasar-pasar tujuan. Selain berfungsi sebagai media pengangkut barang dagangan pasar, Andong juga tidak jarang berfungsi sesuai dengan aslinya sebagai alat transportasi umum bagi masyarakat di Solo dan sekitarnya. (more…)

Brambang Asem, Makanan Tradisional Murah Meriah dari Solo

Brambang Asem, demikian orang Solo menyebutnya. Makanan khas Solo ini sepertinya telah langka dijumpai di Solo, terlebih di kawasan perkotaannya. Mungkin hanya di pedesaan-pedesaan di sekitar Solo yang masih banyak menjual makanan murah yang mak nyus ini.

Kusebut murah meriah karena memang ketika SD aku masih bisa memperoleh masakan mak nyus itu seharga Rp. 25,- meskipun beberapa waktu kemudian dinaikkan oleh simbok yang jualan seharga Rp. 50,-. Harga Rp. 50,- ketika itu seharga dengan satu kantong plastik es lilin yang dijual di warung depan SD NDM (kebetulan yang jualan simbah-ku).

Saking langkanya, mungkin anak-anak SD sekarang sudah tidak tahu wujud Brambang Asem. Sebenarnya, makanan ini sangat sederhana. Bahan utama Brambang Asem adalah daun ketela rambat –bukan ubi / ketela pohon- yang direbus (kalau ada yang berpendapat daun kangkung salah. Kecuali yang ia beli ketika itu adalah daun kangkung), cabe, bawang merah, gula jawa, dan biji asem. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: